Kakanwil Kemenkumham Malut Apresiasi Capaian Unkhair sebagai Kampus Pendaftar Hak Cipta dan Paten Terbanyak di Kepulauan Maluku

oleh -15 views

Porostimur.com, Makassar – Kepala Kantor (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku Utara (Malut), M. Adnan mengapresiasi capaian Universitas Khairun sebagai kampus dengan jumlah tertinggi pertama kategori Institusi Pendidikan Tinggi yang mengajukan pendaftaran hak cipta dan paten di wilayah Kepulauan Maluku (Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara) pada tahun 2020 dan 2021.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Plt Dirjen KI, Razilu kepada Kakanwil Kemenkumham Malut, yang turut hadir pada acara Roving Seminar KI ketiga yang diselenggarakan di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/09/2022).

Razilu menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk sinergitas dan kolaborasi yang dijalin Kanwil Kemenkumham Malut dengan pihak kampus khususnya Unkhair dalam mendorong pentingnya pendaftaran kekayaan intelektual baik personal maupun komunal.

Capaian prestasi Unkhair ini di bidang KI ini patut diapresiasi mengingat di wilayah Kepulauan Maluku baik di provinsi Maluku maupun Maluku Utara terdapat banyak kampus baik negeri dan swasta.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna H. Laoly dalam pemaparan materi mendorong peran kampus dan pemerintah daerah untuk mendaftarkan segala bentuk produk kekayaan intelektual sehingga memperoleh perlindungan hukum dan meningkatkan nilai ekonomi. Selain itu Yasonna juga mendorong agar kampus dan Pemda dapat memperkuat ekosistem KI.

Terdapat 3 (tiga) kunci utama dalam mendorong ekosistem KI menurut Menkumham Yasonna. Pertama, elemen kreasi, di mana elemen ini berperan dalam menghasilkan kreasi KI yang kreatif dan inovatif.

Elemen yang kedua yaitu proteksi. Elemen ini berperan memperlancar proses perlindungan terhadap inovasi dan kreativitas melalui perolehan dengan cara pencatatan dan pendaftaran KI, yang selanjutnya akan mendapat pelindungan dan penegakkan hukum.

Ketiga, yakni elemen utilisasi. Elemen ini yang berperan dalam memproduksi dan memasarkan produk KI serta menerapkan skema pembiayaan berbasis KI, atau dengan kata lain disebut komersialisasi KI.

“Dengan terbukanya jangkauan pasar UMKM baik di nasional maupun mancanegara melalui platform digital, maka proteksi atas karya dan inovasi dalam berusaha wajib untuk dilindungi melalui KI sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam mengembangkan usahanya serta terhindar dari pembajakan dan pemalsuan produk oleh pihak lain,” terang Yasonna secara langsung yang turut dihadiri para Kakanwil di wilayah Indonesia Timur.

Yasonna juga menuturkan bahwa pemanfaatan KI Komunal beririsan dengan pengembangan pariwisata, bahwa pemanfaatan KI Komunal juga dapat membuka potensi meningkatkan ekonomi nasional bagi sektor pariwisata.

“Pemberdayaan potensi KI yang dipadukan dengan ecotourism ini merupakan langkah yang sudah dikembangkan oleh negara Eropa dalam mempromosikan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari produk Indikasi Geografis,” ucapnya.

Selain itu, Yasonna menyebut bahwa pemanfaatan produk berbasis Indikasi Geografis yang dihasilkan dari keragaman budaya dan sumber daya alam, terbukti dapat menjadi katalisator tidak hanya bagi nation branding tapi juga mendukung kemandirian ekonomi suatu negara. (Amir)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.