Kalah Debat, Kenapa Dibawa Keluar Arena?

oleh -17 Dilihat
Toni Rosyid

Blunder! Secara politik, ini blunder. Kata “ndasmu” itu kata-kata sangat kasar. Di kepala masyarakat Jawa, itu kasar sekali. Sangat tidak pantas untuk diungkapkan. Apalagi yang mengungkapkan adalah calon presiden. Calon pemimpin bangsa.

Pidato Prabowo terkait dengan kata “Ndasmu” menunjukkan dua hal. Pertama, Prabowo membawa materi debat ke luar arena. Adu argumen, mestinya selesai di ruang debat. Kecuali jika ada media yang nanya. Itupun harus dijawab dengan diplomatis. Tidak dijadikan kesempatan untuk menyerang balik lawan debat di luar arena. Mestinya, tahan dulu. Tunggu jadual debat berikutnya. Masih ada beberapa jadual debat lagi. Di situ, Prabowo bisa mempersiapkan diri lebih matang.

Bayangkan ketika seorang petinju bernama Wilder kalah dengan Tyson Fury. Dua pertandingan KO. lalu ngajak ribut di luar arena tinju. Kan gak asik. Dunia tinju akan gaduh. Jika itu terjadi, maka tidak ada lagi sportifitas dalam dunia tinju.

Baca Juga  Fokus Jaga Harga Pangan, Bupati Haltim Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional

Mike Tyson dikenal preman dan emosional. Ketika ia kalah dari holyfield, Lennox Lewis dan James Buster Douglas. Mike Tyson mengakui dan tidak menyerang balik di luar arena. Ini sportifitas. Dalam pertandingan, tidak hanya tinju, mesti sportif. Pertandingan apapun, ada arenanya. Tidak liar bermain di luar arena.

No More Posts Available.

No more pages to load.