Porostimur.com, Langgur – Kasus pengeroyokan yang menewaskan Tuce Lomang di Kabupaten Maluku Tenggara menuai sorotan. Wakil Ketua DPD KNPI Jakarta Mahmud Tamher, mendesak aparat kepolisian setempat untuk bertindak profesional dan transparan dalam menangani perkara tersebut.
Desakan ini mencuat setelah dua dari tiga terduga pelaku dilaporkan dibebaskan oleh Polres Maluku Tenggara tanpa pemberitahuan kepada pihak keluarga korban.
“Kami meminta Polres Malra bekerja secara profesional. Sebaiknya ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga korban agar tidak terkesan tebang pilih,” tegas Tamher, Rabu (1/4/2026).
Keluarga Curigai Ada Perencanaan
Tamher mengungkapkan, sebelumnya ketiga pelaku sempat diamankan polisi. Namun, dua di antaranya, yakni Latif Rumagiar dan Arafik Rumagiar, kemudian dibebaskan tanpa penjelasan kepada keluarga korban.
Menurutnya, keluarga korban menilai peristiwa ini tidak sekadar kekerasan spontan, melainkan diduga memiliki unsur perencanaan.
“Bahkan diduga terdapat aktor intelektual yang menjadi dalang di balik peristiwa tersebut,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyidikan agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.
“Kami berharap kasus ini ditangani secara terbuka, sehingga keadilan benar-benar dirasakan masyarakat kecil,” tambahnya.









