Malam Nuzulul Quran menjadi waktu istimewa bagi umat Islam. Malam ini dikenal dengan waktu turunnya Al-Qur’an.
Agar umat Islam dapat menghidupkan malam tersebut dengan baik, berikut penjelasan mengenai keistimewaan malam Nuzulul Quran, lengkap dengan amalan yang dapat umat Islam lakukan.
Dijelaskan dalam Buku Ajar Ulumul Qur’an karya Ali Mubin, peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada malam Jumat, 17 Ramadan di Gua Hira pada tahun ke-41 dari sejak kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Jika merujuk pada hasil sidang isbat yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka malam 17 Ramadan atau malam Nuzulul Quran jatuh pada malam ini, Jumat, 6 Maret 2026.
Keistimewaan Malam Nuzulul Quran
Menjadi waktu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, membuat malam Nuzulul Quran memiliki banyak keistimewaan. Keistimewaan tersebut telah tercatat dalam berbagai dalil, baik Al-Qur’an maupun hadits. Berikut keistimewaan malam Nuzulul Quran dan keutamaan bagi yang menghidupkannya.
1. Waktu Turunnya Wahyu Pertama
Keistimewaan malam Nuzulul Quran adalah menjadi waktu turunnya wahyu pertama Al-Qur’an. Dalam sejumlah riwayat disebutkan, peristiwa ini terjadi saat Rasulullah SAW berkhalwat di Gua Hira.
Wahyu pertama yang turun pada waktu itu adalah surah Al-‘Alaq ayat 1-5.











