Kejati Maluku Tetapkan Sekda SBB Cs Tersangka Korupsi Dana Setda

oleh -1.079 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Kejaksaan Tinggi menetapkan lima orang selaku tersangka dalam perkara dugaan korupsi anggaran belanja Daerah, langsung pada bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2016.

Diduga kelima tersangka itu ada yang merupakan ASN dilingkup Setda Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kasi Penkum dan Humas kejaksaan tinggi Maluku Wahyudi Kareba saat dikonfirmasi belum bisa mejelaskan peran dan identitas kelima tersangka, mereka yang dietapkan sebagai tersangka diataranya  MT, AP, AN, RT dan UH. Berdasarkan temuan kerugian negara sebesar 8,6 miliar.

Hasil audit, lanjut dia, negara dirugikan Rp 8,6 miliar. “Hasil auditnya itu negara dirugikan Rp 8,6 miliar,” ujarnya, Wayudi enggan, merinci peran para tersangka di kasus ini, termasuk tersangka berinisial MT, yang juga salah satu pejabat teras di Pemkab SBB.

Rincian kasus selanjutnya, akan disampaikan secara resmi pada waktunya. “Nanti saja selangkapnya akan disampaikan resmi,” kata Wahyudi tanpa merinci pastinya kapan kasus ini disampaikan pihak Kejati Maluku.

Baca Juga  Pantau orang asing, Kota Tikep kukuhkan tim Pora

Sebelumnya penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku telah memeriksa Sekda Kabupaten Seram Bagian Barat Masyur Tuharea, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Sebagaimana pernah diberitakan media ini pada Agustus silam, dugaan kasus korupsi anggaran belanja langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) senilai Rp18 miliar yang bersumber dari APBD 2016 belum juga ditetapkan tersangkanya.

Nama Sekretaris Daerah, Mansyur Tuharea, disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyelewengan dana Negara tersebut.

Mansyur konon sudah dia kali menjalani pemeriksaan di kantor korps Adhyaksa. Sayangnya, upaya Kejaksaan Tinggi Maluku untuk menetapkan tersangka atas kerugian negara itu masih terganjal, kabarnya akibat sampai saat ini masih diaudit oleh BPKP Perwakilan Maluku.

Baca Juga  Big Match Ajax Vs PSV Eindhoven Berakhir Imbang 2-2

“Jalan. Masih menunggu perhitungan,” ungkap Kepala Kejati Maluku, Rorogo Zega kepada wartawan belum lama ini.

Menyinggung soal nama Sekda SBB yang disebut paling bertanggung jawab dalam kasus bernilai Rp. 18 Miliar ini, Mantan Kasipidsus Kejari Ambon ini enggan berkomentar. Namun, ia sudah memastikan Sekda SBB diperiksa oleh penyidik.

“Kapasitas Sekda SBB adalah, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan mantan Bendahara Setda Kabupaten SBB Rio Khormain sudah diperiksa bersama 13 orang lainnya,” katanya kala itu.

(tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.