Dirinya juga menuturkan, jika memang Pemkot merencanakan untuk melaksanakan belajar tatap muka, maka Pemkot harus melakukan kajian yang tepat untuk hal tersebut dan berikan edukasi ke guru-guru yang berhadapan langsung dangan siswa.
“Untuk belajar tatap muka, minimal itu harus ada kajian. Sampai hari ini tidak ada, minimal uji coba, setengah siswa dari jumlah siswa dalam 1 kelas ataukah lakukan shift siswa dengan keterbatasan waktu, akan tetapi sampai hari ini tidak ada yang dilakukan. Dinas pendidikan juga belum ada gerakan ke situ dan juga belum diberitahukan kepada kita soal proses belajar tatap muka yang sudah direncanakan. Target Pemkot untuk lakukan proses tatap muka menurut saya masih jauh. Saya pribadi, menolak keras untuk belajar tatap muka di kondisi sekarang ini terlepas untuk zona kuning atau hijau”, tegas Harry.
Aleg dari fraksi Perindo ini berharap, Dinas Pendidikan harus menyiapkan dan mengganti metode pembelajarannya walaupun masih menjalankan sistem daring supaya guru-guru juga lebih kreatif, sehingga penyerapan ilmu oleh siswa harus sama ketika belajar tatap muka. Oleh kare itu, l dibutuhkan inovasi-inovasi yang kreatif dan hal ini menurutnya akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk Pemkot terhususnya Dinas Pendidikan Kota Ambon.









