Kembali Ke Zona Orange, DPRD Kota Ambon Minta Dinas Pendidikan Evaluasi Lagi Rencana Sekolah Tatap Muka

oleh -102 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Setelah berhasil masuk zona kuning, Kota Ambon kembali ditetapkan masuk zona orange (sedang) penyebaran Covid-19 dengan angka skoring zona 2.4 tertanggal 23 Mei 2021.

Dengan kembalinya Kota Ambon ke zona orange, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon meminta Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas pendidikan untuk mengevaluasi kembali rencana sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang. Dirinya mengkhawatirkan jangan sampai rencana sekolah tatap muka ini akan menimbulkan klaster baru di Kota Ambon.

“Setahu saya, saat ini belum ada di daerah manapun yang melakukan proses belajar mengajar tatap muka, tetapi sudah pernah ada yang mencoba dan oleh sebab itu, kalau mengacu pada zona harus dipertimbangkan lagi dan intinya kita harus menjaga agar jangan sampai nanti sekolah tatap muka ini menjadi salah satu timbulnya klaster baru”, ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Far-Far kepada Porostimur.com di Ruang Rapat DPRD Kota Ambon, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga  HUT Provinsi Maluku Ke 75, Muhammad Fauzan Husni Alkatiri Yakin Pasti Maju

Menurutnya, tingkat penyerapan siswa untuk belajar daring ini sangat rendah, sehingga Dinas Pendidikan harus siapkan opsi dan metode yang berbeda untuk sistem daring ini, karena menurutnya ketika siswa-siswa belajar dengan sistem daring, tetapi metode yang dipakai masih sama dengan sebelumnya, maka hasilnya akan tidak maksimal.

Dirinya juga menuturkan, jika memang Pemkot merencanakan untuk melaksanakan belajar tatap muka, maka Pemkot harus melakukan kajian yang tepat untuk hal tersebut dan berikan edukasi ke guru-guru yang berhadapan langsung dangan siswa.

“Untuk belajar tatap muka, minimal itu harus ada kajian. Sampai hari ini tidak ada, minimal uji coba, setengah siswa dari jumlah siswa dalam 1 kelas ataukah lakukan shift siswa dengan keterbatasan waktu, akan tetapi sampai hari ini tidak ada yang dilakukan. Dinas pendidikan juga belum ada gerakan ke situ dan juga belum diberitahukan kepada kita soal proses belajar tatap muka yang sudah direncanakan. Target Pemkot untuk lakukan proses tatap muka menurut saya masih jauh. Saya pribadi, menolak keras untuk belajar tatap muka di kondisi sekarang ini terlepas untuk zona kuning atau hijau”, tegas Harry.

Baca Juga  Opsi Referendum, Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua

Aleg dari fraksi Perindo ini berharap, Dinas Pendidikan harus menyiapkan dan mengganti metode pembelajarannya walaupun masih menjalankan sistem daring supaya guru-guru juga lebih kreatif, sehingga penyerapan ilmu oleh siswa harus sama ketika belajar tatap muka. Oleh kare itu, l dibutuhkan inovasi-inovasi yang kreatif dan hal ini menurutnya akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk Pemkot terhususnya Dinas Pendidikan Kota Ambon.

reporter:nicolas
editor:alena

No More Posts Available.

No more pages to load.