Kemenag Malut Gelar Upacara Hari Santri Nasional di Kelurahan Sofifi

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Upacara Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 tingkat provinsi dilaksanakan di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, yang terletak di Kelurahan Sofifi, Selasa (22/10/2019). 

Bertugas sebagai Komendan Upacara Rahmad M Nur Jfu pada Subbag Umum, Pembaca UUD45 Ribano Habib Kasubbag Ortala, pembaca Ikrar Santri Yusta Farandi santriawan MIS Balbar, pembaca Doa Jamaludin Sehat,  pembacaan Shalawat dan Puitisasi Hj. Sida Bahmid dan Safri Kamaria.

Menteri Agama dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara  H.Sarbin Sehe selaku Inspektur upacara mengatakan bahwa begitu besarnya peranan santri yang melahirkan tercetusnya Resolusi Jihad.

Resolusi ini  beriisi fatwa kewajiban berjihad demi  mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, dengan Resolusi Jihad ini ungkap Kakanwil, maka melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 945 yang diperingati sebagai hari pahlawan.

“Karena begitu besar jasa perjuangan  para Santri dan Kyai dalam merebut Kemerdekaan Indonesia, maka Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan  nomor 22 tahun 2015 tentang penetapan  hari santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober,” ucapnya.

Baca Juga  BKSDA Maluku dan LANAL Saumlaki Lepasliarkan 4 Ekor Penyu

Kakanwil mengatakan, tema yang diangkat dalam peringatan hari santri tahun 2019  yaitu Santri Indonesia Untuk perdamaian dunia, hal ini  berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah Laboratorium perdamaian, dikatakan sebagai sebagai laboraturium  perdamaian ungkap H.Sarbin karena Pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

“Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan Muktikultur karena dengan cara inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud, semangat ajaran inilah yang dapat mengispirasi para santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” jelas Kakanwil.

Selanjutnya Kakanwil menyebutkan ada sembilan alasan dan dasar mengapa Pesantren layak di sebut laboratorium perdamaian, pertama Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, kedua metode mengaji dan mengkaji, ketiga para santri biasa diajarkan untuk Khidmad(pengabdian), keempat pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu dikalangan Santri.

Baca Juga  Bergeming. Sikapi Demo Tolak RUU Cipta Kerja, Ini 7 Sikap Tegas Pemerintah

Kelima Gerakan komunitas seperti Kesenian dan Sastra tumbuh subur di Pesantren, keenam lahirnya beragam kelompok diskusi, ketujuh merawat Khazanah kearifan Lokal, kedelapan prinsip Maslahat( kepentingan Umum) merupakan pegangan yang tidak bisa di tawar lagi oleh Kalangan pesantren, prinsip kesembilan yaitu penanaman Spritual

Untuk diketahui bahwa selain upacara Hari Santri Nasional, di Maluku Utara telah dilaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Santri Nasional, di antaranya  kegiatan Reuni Akbar dan penanaman Pohon Pala dan Cengkeh, Kirab Merah putih, Orasi Kebangsaan, Dzikir, Shalawat serta Doa Bersama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara yang juga sebagai Inspektur Upacara,  Pejabat Eselon III dan IV dilingkup Kanwil, Kepala KUA Oba Tengah Syafrudin, siswa siswi Madrasah se Oba Utara dan Oba Tengah dan  seluruh ASN Kanwil Kemenag Malut.

Baca Juga  Senin Dini Hari Gempa ke-62 Guncang Kobisonta

Turut hadir Kasubdit  Perencanaan Anggaran Operasional dan pengelolaln Aset haji ( PAOPA) Kemenag RI yang diwakili oleh Kepala  Seksi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Evi Nuryana serta Staf Pelaksana   Nurfitriani dan Suprayudi pengurus Dewan Masjid  Indonesia  Provinsi Maluku Utara Ustaz Malik S.Kamah, dan H.Yofial. (red/rtl/tic)