Ketika Damai Hanya Ilusi: Catatan dari Teluk yang Terus Membara

oleh -14 Dilihat

Karena itu, melihat peristiwa ini sebagai insiden tunggal adalah kekeliruan. Ia adalah bagian dari rangkaian panjang konflik antara Iran di satu sisi dan poros Amerika Serikat–Israel di sisi lain. Perang itu tidak berhenti; ia hanya berpindah dari konfrontasi langsung ke medan yang lebih samar—dari ledakan terbuka ke serangan yang bisa disangkal, dari deklarasi resmi ke operasi yang bersembunyi di balik bayang-bayang.

Dalam bentuk seperti ini, perang menjadi lebih berbahaya, karena ia tidak pernah benar-benar dimulai—dan karena itu, tidak pernah benar-benar berakhir.

Pada akhirnya, yang kita saksikan hari ini bukanlah akhir dari konflik, melainkan fase pergeseran.

Gencatan senjata hanya menunda, bukan meniadakan.
Dan di kawasan seperti Teluk, di mana kepentingan global bertemu dengan ambisi regional, setiap jeda selalu menyimpan potensi ledakan berikutnya.

Maka mungkin yang paling jujur untuk dikatakan adalah: perang itu masih berlangsung—diam-diam, tak selalu terlihat, tetapi terus bekerja, menggerus jarak antara ketegangan dan bencana.

Baca Juga  Dugaan Pembiaran Truk Pengangkut Ore Nikel di Sungai Tewil, BEM UNUTARA Ajukan Lima Tuntutan

Dan ketika dunia kembali terkejut oleh satu serangan lagi di masa depan, kita akan menyadari bahwa yang berubah hanyalah waktunya, bukan arahnya. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.