Ketika Lingkaran Kekuasaan Menjadi Terlalu Sempit

oleh -16 views

Di situlah letak masalahnya.

Seorang presiden boleh memiliki keyakinan yang kuat. Bahkan dalam situasi tertentu, kepemimpinan memang menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak populer. Namun keberanian berbeda dengan ketertutupan. Keputusan yang baik biasanya lahir dari proses yang memungkinkan perbedaan pendapat, kritik, dan pengujian terhadap berbagai alternatif kebijakan.

Yang terlihat belakangan justru sebaliknya.

Banyak program strategis muncul tanpa proses diskusi publik yang memadai. Program Makan Bergizi Gratis misalnya. Sebagai janji kampanye, program ini memiliki legitimasi politik yang kuat. Namun desain kelembagaan, mekanisme pelaksanaan, model kemitraan, hingga tata kelola pengawasannya berkembang dalam ruang yang relatif tertutup.

Akibatnya, berbagai persoalan yang sesungguhnya sudah lama dikhawatirkan publik baru memperoleh perhatian ketika masalah muncul di lapangan.

Baca Juga  Polres Tual Gelar Operasi Simpatik Salawaku 2026, Fokus Edukasi dan Tertib Lalu Lintas Jelang Agenda Internasional

Hal serupa terlihat pada program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini tiba-tiba menjadi agenda nasional yang sangat besar tanpa pernah menjadi bahan perdebatan luas sebelumnya. Publik masih bertanya siapa sesungguhnya yang mengendalikan proyek tersebut, bagaimana tata kelolanya, dan sejauh mana masyarakat desa benar-benar dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut hak mereka sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.