Artinya: “Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Kisah Nabi Sulaiman AS Menaklukan Ratu Balqis
Menurut buku Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman karya Muhammad Gufron Hidayat, SE.I, ketika Nabi Sulaiman AS mendapatkan kabar dari pasukannya bahwa di Kerajaan Saba penyembah matahari, ada seorang ratu bernama Ratu Balqis yang amat dikagumi oleh kaum Balqis. Maka Nabi Sulaiman AS ingin mengajaknya beriman.
Nabi Sulaiman AS pun mengetahui bahwa di kerajaan Saba, Ratu Balqis memiliki singgasana yang terbuat dari emas dan batu mulia, yang dijaga oleh para pengawal disiplin yang tidak pernah lalai sedikitpun. Maka dari itu, Nabi Sulaiman AS berpikir untuk menghadirkan singgasananya di kerajaanya, sehingga ketika ratu tiba, dia dapat duduk disana.
Nabi Sulaiman AS ingin menunjukan bahwa kemampuannya itu berlandaskan dengan keislaman. Lantas, Nabi Sulaiman AS mengatakan kepada bawahannya, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang- orang yang berserah diri?”









