Narasi Emosional vs Fakta Lapangan
Beberapa waktu sebelum sanksi dijatuhkan, Gubernur Sherly Tjoanda aktif tampil di berbagai media massa dan media sosial. Ia bahkan hadir dalam sebuah podcast populer yang dipandu Denny Sumargo.
Dalam tayangan tersebut, Sherly tampak meneteskan air mata dan menggambarkan dirinya sebagai pihak yang dirugikan oleh isu tambang. Penampilan emosional itu menyita perhatian publik dan memantik simpati luas.
Namun, langkah Satgas PKH justru bergerak berlawanan dengan narasi yang dibangun di ruang publik. Penertiban tetap dilakukan dan hasilnya membuka dugaan praktik pertambangan tanpa izin yang sah di sejumlah lokasi.
Bagi sejumlah pengamat, drama emosional yang ditampilkan di media dinilai sebagai upaya membangun empati publik, bahkan dianggap sebagai kedok untuk menutup jaringan bisnis tambang ilegal yang kini satu per satu mulai mencuat ke permukaan.
Penertiban yang terus meluas dari Pulau Gebe hingga Halmahera Selatan memperlihatkan bahwa narasi yang dibangun di ruang media kini berhadapan langsung dengan fakta hukum di lapangan. Satgas PKH masih terus bergerak, dan publik menanti siapa lagi yang akan terseret dalam pusaran penertiban tambang ilegal di Maluku Utara. (Tim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











