Terpisah, Abas Umar selaku tokoh masyarakat membeberkan bahwa ada beberapa nama dan foto dokumen BLT-DD 2020 yang tidak sesuai kenyataan. Ada yang menerima sekali, ada yang dua kali, bahkan ada nama yang tidak berdomisili di desa Kampung Baru.
“Iya, ini semua tidak sesuai dengan kenyataan, masa ada yang dapat, sekali, ada yang dua kali, bahkan penerima yang bernama Rusna Taha bukan orang Kampung Baru dan nama itu tidak ada di desa”, tuturnya. (adhy)









