Porostimur.com, Ambon – Sebagai daerah dengan relasi hidup bersaudara, juga pengalaman konflik sosial, masyarakat Maluku rasanya punya ingatan traumatik yang kuat tentang konflik. Apalagi, saat rasa aman dan relasi persaudaraan yang dibangunnya dengan susah payah itu, seolah digugat oleh konflik antara warga di dua desa hari ini.
Konflik antar warga di Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah yang terjadi pada 26 Januari 2021 itu, membuat cemas masyarakat Maluku karena sejumlah provokasi juga berseliweran di masyarakat.
Pasca insiden dua desa tersebut, tersebar foto-foto dan video di berbagai media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon (2022-2023), Afrizal Mukadar, mengajak masyarakat, agar tidak terprovokasi.
“Maluku adalah tampa hidop orang sodara. Semua dari kita adalah orang bersaudara. Persaudaraan di Maluku tak boleh kalah, dengan provokasi-provokasi busuk,” tegasnya.
Mantan Ketua HMI FISIP Unpatti ini, mengajak masyarakat untuk menahan diri agar tidak terpancing apalagi mempersempitnya sebagai konflik agama.
“Kita tidak boleh terpancing. Hanya karena unggahan provokatif satu dua orang di media sosial. Apalagi membonsainya seolah ini konflik agama. Itu cara berpikir yang kerdil untuk merusak hubungan orang siludara di Maluku,” tutupnya. (Tika)




