Porostimur.com, Ambon – Ketua Ikatan Yante Evav Maluku (ITANEM), Prof Udin Notanubun, mengungkapkan penyesalan dan keprihatinannya terkait insiden bentrokan antar warga di Kota Tual.
Bentrokan yang terjadi tersebut, kata dia, telah mencabik-cabik tatanan adat dan budaya orang basudara di Kei yang terkenal kuat.
“Selaku Ketua ITANEM Saya sangat menyesal atas kejadian kemarin (Selasa) malam di kota Tual. Kejadian itu sebenarnya mereka telah mencabik-cabik orang basudara di Kei,” kata Notanubun, dikutip, Kamis (2/2/2023).
Kata dia, bentrokan yang terjadi itu hanya karena masalah sepele. Ditambah orang-orang yang tidak ingin melihat adanya kebersamaan antar sesama orang saudara di tanah Kei.
“Itu masalah personal, bukan sarah, bukan antar suku dan agama. Sebagai anak Kei yang ada di rantau, saya mendengar kondisi di Tual sangat memilukan hati,” katanya.
Notanubun mengimbau kepada semua warga Kei di mana saja berada agar dapat bersama-sama menyuarakan perdamaian.
“Semua orang tahu kalau tatanan adat di Kei itu sangat kuat dari dulu, tapi sekarang hanya karena masalah sepele kita mudah berkelahi,” sesalnya.
Ia juga meminta semua tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan para raja-raja termasuk Pemerintah daerah untuk serius melihat persoalan tersebut. Semua stakeholder diharapkan terus memberikan pembinaan terkait tatanan adat budaya warisan para leluhur.









