Dalam konteks pembangunan Jembatan Waitomu, ia menekankan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama, termasuk mendukung penataan kawasan dan kelancaran aktivitas warga di Kota Ambon.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana setiap amanah dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengabdian tidak mengenal batas asal-usul. Selama kita memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, kita harus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi daerah tempat kita bertugas,” lanjutnya.
Jembatan Waitomu dan Makna Pengabdian bagi Masyarakat
Julius memandang pembangunan Jembatan Waitomu sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendorong kemajuan daerah. Setiap pembangunan, menurutnya, harus diarahkan untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan dan penugasan merupakan amanah yang pada waktunya akan berganti. Namun, kontribusi yang direncanakan secara matang, dilaksanakan dengan tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dapat menjadi warisan pembangunan bagi generasi berikutnya.
Semangat tersebut menempatkan pengabdian bukan semata-mata sebagai kewajiban institusional, melainkan sebagai komitmen moral untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.











