Kemudian ia keluar lalu mendatangi masjid, dan menyeru dengan suara yang nyaring, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Kemudian kaumnya bangkit karena marah dan memukuli hingga dia terkapar.
Abu Dzar RA mendapatkan siksaan dari para penduduk kaum kafir Quraisy. Meskipun demikian, Abu Dzar RA terus mengulangi perbuatannya, hingga penduduk Makkah akhirnya berhenti menyiksa karena mengetahui bahwa Abu Dzar RA keturunan dari suku Ghifar.
Dengan tubuh yang berlumuran darah, Abu Dzar RA mendatangi sumur zamzam untuk meminum airnya dan membersihkan darah yang melekat pada tubuhku. Kemudian memasuki Ka’bah.
Abu Dzar RA tinggal di Makkah tanpa perbekalan apa pun. Ia setiap hari hanya mengonsumsi air zamzam. Meskipun demikian, ia tidak merasakan lemah ataupun kelaparan.
Pertemuan Abu Dzar dengan Rasulullah SAW
Selama 30 hari Abu Dzar RA bertahan di Makkah demi menunggu Rasulullah SAW. Sampai pada akhirnya, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar RA mendatangi Ka’bah untuk thawaf dan salat.
Abu Dzar RA berkata, “Lalu aku mendatanginya. Aku merupakan orang yang pertama memberikan penghormatan dengan penghormatan ahli Islam. Rasulullah SAW menjawab, “Alaikassalam wa rahmatullah. Siapa kamu?”
Aku menjawab, “Aku berasal dari Ghifar.”









