Namun, kaum ‘Ad tetap enggan mengubah kebiasaan mereka menyembah berhala. Menurut mereka, hal tersebut adalah warisan nenek moyang. Sampai-sampai, kaum ‘Ad menyuruh Nabi Hud AS kembali ke aturan nenek moyang dan menyembah berhala.
Usaha keras sang nabi tidak membuahkan hasil. Kaum ‘Ad tidak menggubris Nabi Hud AS dan bahkan menghina hingga merendahkan beliau.
Nabi Hud AS lantas berdoa kepada Allah SWT agar kaum ‘Ad yang tidak beriman diberi azab. Sang nabi juga memperingatkan kaumnya, tetapi mereka tidak percaya dan semakin kufur.
Atas izin Allah SWT, diturunkanlah azab kepada kaum ‘Ad sebanyak dua tahap. Pertama, ladang-ladang dan kebun mereka mengalami kekeringan.
Dalam keadaan itu, sang nabi masih berusaha meyakinkan kaum ‘Ad bahwa kekeringan tersebut adalah azab Allah SWT. Kaum ‘Ad yang tidak beriman tetap enggan mempercayai perkataan Nabi Hud.
Azab tahap kedua yang Allah timpakan pada kaum ‘Ad adalah munculnya gumpalan awan dan awan hitam yang tebal di atas mereka. Melihat hal itu, kaum ‘Ad sempat gembira karena menganggap akan turun hujan dan membasahi ladang mereka yang mengalami kekeringan.
Nabi Hud AS berkata bahwa awan hitam tersebut bukanlah awan rahmat, melainkan membawa kehancuran sebagai balasan Allah yang dijanjikan. Dalam surah Al Ahqaf ayat 24, Allah SWT berfirman:











