Firaun lalu meminta tukang sihirnya menunjukkan kemampuan seperti yang dilakukan Nabi Musa AS dengan mengeluarkan ular. Namun, ular-ular penyihir itu dilahap habis oleh ular milik Musa AS.
Peristiwa itu membuat pengikut Firaun percaya kepada Nabi Musa AS dan beriman kepada Allah SWT. Asiyah, ibu angkat Musa AS juga memilih kembali ke ajaran yang benar.
Sayangnya, Firaun semakin marah meski Nabi Musa AS telah menunjukkan mukjizatnya. Ia lantas menyiksa semua pengikut Musa AS, termasuk sang istri Asiyah hingga meninggal dunia.
Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk meninggalkan Mesir. Namun, pengikut Firaun yang tidak beriman terus mengejar Musa AS hingga ke Laut Merah.
Sang nabi bingung karena tak ada jalan selain melintasi laut. Atas izin Allah SWT, Musa AS diperintahkan memukul tongkatnya ke Laut Merah hingga akhirnya lautan itu terbelah dan membentuk jalan.
Bersama pengikutnya, Nabi Musa AS berlari melewati laut itu hingga tiba ke seberang lautan. Firaun dan pengikutnya yang mengejar Musa AS enggan menyerah dan terus mengejarnya lewat jalan laut.
Setelah Nabi Musa AS dan pengikutnya sampai di seberang lautan, Nabi Musa AS kembali diperintahkan memukul tongkatnya ke laut. Jalan yang sebelumnya ada tiba-tiba menutup kembali menjadi lautan hingga menenggelamkan Firaun dan pengikutnya.









