Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Menurut Surat Al-Isra Ayat 1

oleh -1,007 views
Peristiwa Miraj, yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha tidak diisyaratkan oleh ayat ini,. Ilustrasi: Ist

Maka dapat ditarik benang merah, kata Quraish, bahwa sebenarnya perjalanan yang dilakukan oleh Nabi SAW, bukanlah atas kehendak beliau, dan tidak juga terjadi atas kemampuan beliau. Tetapi, perjalanan tersebut benar-benar berdasarkan atas kehendak Allah SWT. Dia-lah yang memperjalan kan Nabi Muhammad SAW, pada malam hari.

Atas dasar itu, narasi ayat tersebut mengingatkan semua manusia bahwa peristiwa isra’ mi’raj tidak bisa diukur berdasarkan kemampuan makhluk, karena peristiwa itu terjadi murni karena kehendak Allah SWT. Meski tidak dipungkiri, beberapa ulama juga menafsirkan kata isrā’ dengan dibumbuhi tambahan-tambahan makna. Sekiranya, agar redaksi ayat yang dimaksud dapat memberikan pemahaman yang lebih logis kepada manusia.

Baca Juga  SPBU Wayamli Diduga Kurangi Takaran BBM, Warga Minta Disperindakop Turun Tangan

Sebagaimana segolongan berpendapat bahwa isrā’ itu hanyalah perjalanan yang dilakukan Nabi melalui ruhnya saja. Di antara alasan yang dikemukakan oleh golongan ini adalah pendapat Muawiyah. Beliau berpendapat bahwa isra’ adalah suatu mimpi yang benar. Sedangkan Aisyah menyatakan bahwa Nabi berisra’ dengan ruhnya. (Hasbi ash-Shiddieqy: 2000). Tetapi secara umum para ulama’ berpendapat bahwa perintah perjalanan yang dilakukan Nabi dilakukan dengan menggunakan jasadnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.