Kisah Rasulullah Memaafkan Wahsyi tapi Tak Mau Lihat Wajahnya Lagi

oleh -84 views

Paman Rasulullah SAW yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib gugur dalam Perang Uhud. Dia dibunuh Wahsyi bin Harb, budak milik tokoh Quraisy Jubair bin Muth’im. Peristiwa ini membuat Rasulullah SAW sedih bukan main melihat kondisi pamannya begitu mengenaskan.

Pembunuhan paman Rasulullah SAW itu dilakukan Wahsyi atas perintah Hindun binti Utbah yang menyewanya dan menjanjikan memerdekakannya. Hindun ingin balas dendam atas kematian ayah dan saudaranya yang tewas dalam Perang Badar.

Diceritakan dalam buku The Power of Tobat oleh Moh. Abdul Kholiq Hasan, Wahsyi berangkat ke medan Uhud dengan sembunyi-sembunyi. Ia kemudian mencari Hamzah dan berlindung di balik batu. Setelah kondisi memungkinkan, dia lantas melemparkan lembingnya dan tepat mengenai Hamzah yang kemudian jatuh tersungkur. Setelah itu, dia bergegas menemui Hindun.

Baca Juga  Dugaan Manipulasi Progres Proyek Jembatan Ake Busale Mencuat, Kontraktor Bilang Begini!

Hindun lalu menuju tempat jatuhnya Hamzah dan mendapati Hamzah sudah tak bernyawa. Hindun lalu membelah dada Hamzah dengan tragis dan mengeluarkan jantungnya. Setelah hatinya puas, dia meninggalkan jenazah paman Rasulullah SAW itu.

Setelah Perang Uhud usai, semua syuhada dikumpulkan untuk dimakamkan. Di sana terdapat jenazah Hamzah. Rasulullah SAW yang melihatnya langsung merasa sangat iba dan sedih melihat jenazah pamannya diperlakukan sangat tidak manusiawi.

No More Posts Available.

No more pages to load.