Istrinya juga bercerita bahwa ia kerap khawatir terhadap sang suami. “Suatu saat nanti kalau kamu mati, tidak ada kaum muslimin yang akan mau memandikan, mensholati dan menguburkan jenazahmu.”
Alih-alih merasa cemas, pria tersebut justru tertawa. “Jangan takut, nanti kalau aku mati, aku akan disholati oleh Sultanku, kaum muslimin, para ulama dan para wali,” kata pria tersebut kepada istrinya.
Sultan Murad IV menangis setelah mendengarkan cerita tersebut. Ia lalu mengatakan bahwa dirinya adalah Sultan yang sedang menyamar dan siap mengurusi jenazah pria tersebut sampai ke pemakaman.
“Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad dan besok pagi kita akan memandikannya, menshalatkannya, dan menguburkannya,” katanya.
Akhirnya, jenazah pria tersebut menjalani proses pemakaman yang dihadiri para ulama, para wali Allah dan seluruh masyarakat Turki. Semua dilakukan atas perintah Sultan Murad IV.
Pada masa jabatannya, Sultan Murad IV bekerja keras memberantas korupsi, melarang alkohol, kopi dan tembakau. Kebijakan tersebut sangat tegas, sampai-sampai ia memerintahkan hukuman mati bagi mereka yang melanggar aturan tersebut.
Sultan Murad IV meninggal pada Februari 1640 karena penyakit tulang. Ia memerintah selama 16 tahun 11 bulan.









