Sebagai umat Islam, kita dapat meneladani Abdurrahman bin Auf RA dalam kedermawanannya dengan senantiasa berbagi rezeki kepada sesama tanpa rasa pamrih. Selain itu, kebaikan hatinya dalam membantu orang lain mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik dan menggunakan harta di jalan Allah SWT.
Jihad di Jalan Islam
Mengacu pada buku 10 Sahabat Rasul Penghuni Surga karya Ariany Syurfah, Abdurrahman bin Auf RA dikenal sebagai seorang pedagang yang sangat sukses dan kaya raya. Meskipun memiliki harta berlimpah, ia senantiasa memanfaatkannya untuk kepentingan dakwah.
Ketika berhijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf RA sempat kehilangan seluruh hartanya akibat dirampas. Namun, ia tidak putus asa dan dengan penuh kesabaran, ia memulai kembali usahanya dengan modal yang ada, berjualan keju serta minyak samin. Berkat pertolongan Allah SWT, ia berhasil bangkit dan kembali menjadi saudagar yang sukses serta berlimpah harta.
Dalam perang melawan kaum Nasrani, Abdurrahman bin Auf RA mendapat tugas dari Rasulullah SAW untuk memimpin 700 pasukan menuju Daumatul Jandal. Setibanya di sana, ia dengan penuh kesabaran berdakwah kepada penduduk setempat, mengajak mereka untuk memeluk Islam.
Pada hari keempat, bani Kalb akhirnya menerima Islam setelah rajanya, Al-Ashbagh bin Amrin al-Kulayyi, memeluk agama tersebut. Sesuai wasiat Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf RA pun menikahi putri raja bani Kalb, Tumadlir binti Ashbagh.









