“Waktu kejadian kami langsung gerak cepat koordinasi dengan tim Pelni di lapangan. Saat ini kami masih menelusuri apa penyebabnya,” katanya.
Pendataan Kerugian dan Dugaan Penyebab
Menurutnya, Pelni juga telah menemui keluarga terdampak untuk melakukan pendataan dan merinci kerugian sebagai dasar proses penggantian.
“Untuk keluarga yang terdampak ini kami sudah menemui pihak keluarga untuk merincikan kerugiannya,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, total kerugian material akibat insiden tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta. Dugaan sementara, kejadian dipicu gangguan pada mesin kapal, khususnya pada sistem pengendali throttle mesin kanan.
“Dampaknya hanya satu rumah warga yang terdampak berupa jebol dan mengalami rusak parah, sementara penyebabnya masih kami telusuri,” kata Ridwan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski menimbulkan kerusakan materiil, peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut,” ungkapnya.
Sebelumnya, video insiden yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik bagian depan kapal menabrak dinding rumah warga hingga jebol, yang kemudian memicu perhatian publik.
(red/ant)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









