Porostimur.com, Jailolo — Insiden tabrakan dua kapal penumpang di kawasan Pelabuhan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Senin (17/8/2026), akhirnya diselesaikan secara musyawarah.
Pihak KM Permata Obi, KM Queen Mary, bersama pengelola pelabuhan sepakat menyelesaikan persoalan kerugian akibat insiden tersebut secara kekeluargaan, setelah otoritas pelabuhan melakukan pemeriksaan dan mediasi terhadap kedua pihak.
Tabrakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIT, ketika KM Permata Obi hendak melakukan manuver untuk bersandar di sisi kiri dermaga. Saat kapal mendekati posisi sandar, kondisi angin dan arus perairan tiba-tiba berubah cukup kuat sehingga pergerakan kapal sulit dikendalikan.
Berdasarkan laporan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Direktur Keselamatan Pelayaran, KM Permata Obi yang baru tiba dari Manado dan selanjutnya menuju Ternate terdorong angin dan arus saat melakukan manuver.
Kapal berbobot 1.216 GT itu kemudian menghantam bagian buritan KM Queen Mary yang tengah bersandar.
Benturan tersebut menyebabkan seluruh tali tambat KM Queen Mary putus. Kapal berbobot 395 GT itu sempat hanyut ke arah utara dermaga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan kembali.









