Porostimur.com, Jermuk – Pasukan Azerbaijan dan Armenia terlibat bentrokan mematikan pada Rabu (14/9/2022). Korban tewas berjatuhan dari kedua pihak dengan 105 tentara Armenia dan 50 tentara Azeri tewas.
Bentrokan Armenia-Azerbaijan kali ini memicu kekhawatiran pertempuran yang lebih besar setelah hampir 2 tahun menyepakati gencatan senjata. Bentrokan besar terakhir terjadi pada 2020, di mana lebih dari 6 ribu orang tewas dari kedua kubu.
Kedua negara bekas pecahan Uni Soviet itu telah memiliki hubungan buruk selama lebih dari tiga dekade. Mereka terlibat sengketa perbatasan Nagorno-Karabakh yang telah ada sejak 1990-an.
Dalam bentrokan mematikan terbaru, Armenia dan Azerbaijan terlibat pertempuran di wilayah Jermuk dan desa Verin Shorzha.
Melansir Associated Press, Kementerian Pertahanan Armenia menuduh pasukan Azeri meluncurkan drone bersenjata ke arah kota Jermuk, dan memperbarui serangan dengan artileri serta mortir ke arah desa Verin Shorzha.
Di sisi lain, militer Azeri mengatakan sebaliknya. Mereka menyebut pasukan Armenia telah melakukan penembakan di Kalbajar dan Lachin, dekat wilayah Nagorno-Karabakh.
Akibat bentrokan itu, Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan mengatakan pihaknya kehilangan 105 tentara. Sedangkan pihak Azeri melaporkan kehilangan lebih dari 50 tentara.




