Konflik Azerbaijan-Armenia Berlanjut, Kini Menewaskan 155 Tentara

oleh -51 views

PM Pashinyan meminta bantuan Sekutu

Sebenarnya, bentrokan antara kedua negara tetangga itu sudah terjadi sejak Selasa. Bentrokan terus berlanjut dan para pemimpin dunia telah menyerukan keduanya untuk melakukan pembicaraan damai.

PM Pashinyan mengatakan kepada parlemen negaranya, pihaknya akan meminta bantuan sekutu demi memulihkan integritas wilayahnya.

“Sekutu kami adalah Rusia dan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO),” kata Pashinyan dikutip dari RFE/RL.

Dia mengatakan, pakta keamanan CSTO menyebutkan agresi militer terhadap satu anggotanya adalah agresi terhadap semua. Pakta ini mirip dengan yang dimiliki oleh NATO.

Baca Juga  Minta Sidang Kasus Arianto Tawakal Tetap di Tual, Aliansi Temui Wali Kota

Tapi, Pashinyan juga mengatakan bahwa aksi militer bukan satu-satunya solusi.

“Kami tidak melihat intervensi militer sebagai satu-satunya kemungkinan karena ada juga pilihan politik dan diplomatik,” ujar Pashinyan.

Aram Torosian, juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, mengatakan bahwa situasi sampai saat ini tetap tegang. Dia mengklaim pasukan Azeri melanjutkan serangan roket dan drone di sepanjang perbatasan wilayah Sotk ke Goris.

AS dan Prancis desak Azerbaijan-Armenia untuk gencatan senjata

Azeri-Armenia terlibat perang beberapa kali karena sengketa atas Nagorno-Karabakh. Daerah kantong pegunungan itu secara internasional diakui milik Azerbaijan, tapi hingga 2020 dihuni dan dikendalikan etnis Armenia.