“Korano” Papua

oleh -446 views

Oleh: Moksen SirfefaPeminat Sejarah dan Peradaban.

DI sebuah tempat antara Weda dan Patani, Nuku mendirikan sebuah markas sementara dan memanggil mereka yang berada di Maba, Seram Timur, dan Kepulauan Papua untuk bergabung dengannya. Ia memerintahkan para utusan untuk mencari bala bantuan kepada pelaut Inggris dan Spanyol di perairan yang mereka temui dengan mempersiapkan empat kora-kora penuh rempah-rempah kepada orang asing siapapun selain VOC dengan imbalan senjata. Para pengikut Nuku juga tak jarang melakukan penjarahan para pengikut VOC sampai di Tabukan, Talaud dan Siau di Sulawesi Utara.⁸

Setelah dari Maba, Nuku melarikan diri ke Seram Timur sekitar 1780-an. Mengetahui Nuku dan pengikutnya di Gamrange.⁹ Belanda menyerang wilayah itu luluh-lantak, para sangaji dan kimelaha ( gimalaha) ditangkap, tapi Nuku dan sebagian pengikutnya telah pergi. Selama 1782-1785, daerah-daerah Seram Timur diserang kompeni Belanda. Gubernur van Pleuren diberitahu bahwa Nuku berada di Rarakit, maka dua kampung dekat Rarakit, yaitu Kelinga dan Kelibat diserang dan diluluhlantakkan. Pangeran Abdul Muthalib, saudara Nuku menyerah dan meminta pengampunan. Pangeran Abdul Muthalib memberitahu Gubernur bahwa Nuku kehilangan banyak persenjataan dan logistik dan telah melarikan diri ke Papua. Tapi ketika Gubernur mengejar ke Salawati,¹⁰ yang ditemukan hanya perahu dengan lebar 4,1 meter dan panjang 16,2 meter yang dirancang untuk Nuku dan istrinya.¹¹

No More Posts Available.

No more pages to load.