Korban Penganiayaan di Dapur MBG Tual Desak Mitra Serahkan Rekaman CCTV ke Polisi

oleh -15 Dilihat

Keluarga Minta Proses Hukum Transparan

Pihak keluarga korban pun meminta pengelola dapur MBG dan mitra terkait bersikap kooperatif dengan membantu proses hukum yang sedang berjalan.

“Apa yang diinginkan keluarga sederhana, agar kasus ini diproses secara adil dan korban mendapatkan keadilan,” kata Nindy.

Menurut keluarga, kehadiran rekaman CCTV secara utuh sangat penting untuk mengungkap peran masing-masing pelaku dan memastikan proses hukum berjalan objektif.

Kronologi Singkat Penganiayaan

Sebelumnya diberitakan, penganiayaan tersebut dipicu persoalan sepele terkait permintaan kunci pagar dapur MBG di Jalan Baldu Wahadat, Lorong Citra, Kota Tual, Minggu (26/10/2025).

Saat hendak berangkat ibadah, Nindy meminta kunci pagar untuk mengambil sepatunya. Karena pagar terkunci, ia meminta ahli gizi di dapur MBG untuk menyerahkan kunci melalui celah pagar. Namun ahli gizi menyarankan agar Nindy menghubungi sopir mitra berinisial BJ.

Baca Juga  PLN Amankan Pasokan Listrik, HUT ke-69 Kota Masohi Berlangsung Meriah Tanpa Gangguan

Percakapan melalui WhatsApp berujung adu mulut setelah BJ membalas dengan kata-kata kasar. Tidak lama kemudian, BJ datang ke dapur MBG bersama istri dan anak lelakinya.

BJ lebih dulu mengancam ahli gizi dengan kata-kata kasar. Karena situasi memanas, ahli gizi menelpon Nindy untuk datang ke dapur MBG. Namun setibanya di lokasi, Nindy justru disambut dengan pukulan oleh istri BJ dan cekikan di leher oleh anak lelakinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.