Porostimur.com, Ambon — Tiga nelayan asal Desa Hatu, Kabupaten Maluku Tengah, sempat terombang-ambing di laut setelah perahu yang mereka gunakan mengalami mati mesin di sekitar perairan Desa Hukurila, Kota Ambon.
Ketiga nelayan tersebut masing-masing bernama Wilyam (38), Brian (35), dan Yanli (30). Beruntung, seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan.
Laporan Diterima Basarnas Sabtu Malam
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Ambon Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa informasi kecelakaan laut (laka laut) diterima dari pihak keluarga korban pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 21.25 WIT.
“Laporan awal kami terima dari saudara Benhard, keluarga korban. Lokasi kejadian berada di perairan Desa Hukurila, Kota Ambon,” jelas Arafah, Minggu (14/12/2025).
Berdasarkan data Basarnas, lokasi kejadian berada pada koordinat 3°45’0.00″S – 128°14’39.60″E, dengan jarak sekitar 22,19 nautical mile (NM) dari Pelabuhan BRIN Ambon, arah tenggara.
Kronologi Nelayan Terombang-ambing di Laut
Arafah mengungkapkan, peristiwa bermula pada Sabtu pagi, 13 Desember 2025 pukul 07.10 WIT, ketika ketiga nelayan berangkat mencari ikan di perairan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
“Sekitar pukul 18.00 WIT, saat perjalanan kembali ke Desa Hatu, mesin perahu mereka mengalami kerusakan dan mati total di sekitar perairan Desa Hukurila. Para korban kemudian memohon bantuan SAR,” terangnya.









