Kualitas Menteri Syahrul…

oleh -1 Dilihat

KPK yang awalnya dianggap sebagai kebutuhan bangsa, digerogoti dan dijadikan musuh bersama karena perilaku mereka dan orkestrasi elite politik.

Ketika korupsi sempat dianggap sebagai musuh utama bangsa, kini ia dianggap sebagai penghambat investasi dan penghambat untuk mempercepat akumulasi kekayaan.

Terjadi dekonstruksi makna di sana. Padahal, Amos Bronson Alcott (1799-1888), pendidik di Amerika Serikat, pernah mengatakan, ”Sebuah pemerintahan yang hanya melindungi kepentingan bisnis, tak lebih dari sekadar cangkang, segera runtuh oleh korupsi itu sendiri dan pembusukan.”

Padahal, nyatanya, korupsi selain merugikan keuangan negara, juga merusak modal sosial, hubungan saling percaya di tengah masyarakat.

Ketika modal sosial digantikan hubungan dol tinuku (jual beli), aku-kasih-apa-aku-dapat-apa, modal sosial juga bakal lenyap. Kerusakan itu begitu parah.

Baca Juga  Pemda Halbar Berhentikan Sementara Kepala Desa Dehe dan Domato

Seperti kisah ”orang suci” anak negeri, peribahasa Jawa mengatakan, ”jujur ora kekubur, salah bakal kedhudhah”. Kejujuran tak akan mati dan dilupakan, sedangkan salah atau kesalahan akhirnya akan diketahui orang.”

Menyongsong pemerintahan baru yang akan dilantik 20 Oktober 2024 dan 100 tahun Republik, bangsa ini lebih banyak butuh orang jujur dan berintegritas. Satunya kata dan perbuatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.