Kuleyefo dan Tiga Puisi Lain Nuriman Bayan

oleh -12 Dilihat

Dan seperti itu, semua berubah. Laut tidak lagi sekadar biru, ia menjadi garis-garis tanda tanya. Kapal pun bergerak pelan, seolah menyembunyikan napasnya. Penumpang bertanya-tanya, mengapa peta berubah, mengapa arah yang dijanjikan kini hanyalah kenangan di balik ombak.

Barangkali inilah hidup, kadang kita harus memutar haluan agar tidak karam oleh sesuatu yang kita kira takdir. Ada bahaya yang diam di ujung peta, ada keselamatan yang tersembunyi di jalan memutar. Kita tak pernah tahu, tapi kita percaya. Kapal itu pun berjalan ke arah yang tidak ia pilih, demi semua yang ia bawa.

Dan aku bertanya kepada diriku sendiri, bukankah kita semua adalah kapal yang suatu hari akan dialihkan oleh suara yang tak kita lihat?

Baca Juga  Lufi Dicopot, Djamil Divinubun Jabat Plt Ketua DPD Golkar Kepulauan Aru

2025.

============

No More Posts Available.

No more pages to load.