Empat Puisi Wirol Haurissa

oleh -35 views
Link Banner

MA(N)YAU

beginilah memandang
gamalama delapan tahun berlalu
sebuah puisi dibacakan
di antara batu-batu teras
berbunga hijau.

udara terbentang di tanah
tuhan meletakan jemarinya
sejuk seperti air laut batang dua
angin meniup ke utara
bunga-bunga mekar di atap rumah

awan-awan tergantung seperti permen.
aku pikir semua orang merasakannya, manis.

dan saat malam begini
pelayaran kembali bersama angin sepoi-sepoi.
sampai mayau, air biru kembali dibawa ombak. berirama.

Ternate, 26 September 2021

======

KENANGAN

bila sudah malam. aku memikirkan lampu-lampu di sebuah pulau seperti bintang-bintang di udara yang dingin.
seorang anak belum selesai menulis di jari-jarinya tentang pohon-pohon yang bercabang ke langit. tentang sinar bulan menumpang duduk di pantai menunggu pagi. tentang pangkuan dan rangkulan, sebuah petunjuk bagi orang dewasa untuk mengasihi.

Baca Juga  Soal Pemindahan Ibukota, JK Bilang DPR dan Pemerintah yang Akan Putuskan

Ambon, 20 September 2021

========

ULANG TAHUN

perayaan ulang tahun atau tidak, tidak ada hubungannya dengan kue dan tiup lilin. aku hanya ingin berlari sepanjang pagi, sambil mengingat matahari menata ruang cahaya dengan adil ke semua tempat, permainan, kejar-kejaran dan tertawa. ini nyata dalam belaskasih tuhan yang melompat ke pelukanku dan aku menangkapnya. dan aku berpikir bahwa bertahun-tahun hidup tidak dapat hilang begitu saja. aku punya foto dan punya fakta; dalam iman, aku tidak mencintainya dengan melihat, karena aku di dalamnya seribu catatan kebaikan.

Ambon, 1 September 2021

========

MESIN KETIK HATTA

mesin ketik hatta selasa siang. telah bertahan meski dingin dan lembap. kuketik perlahan berbunyi seperti berapi-api sebuah gunung dekat lautan, melayari gelombang menghebuskan buih lalu berhamburan menjadi bunga.

Baca Juga  Pemkot Ambon Raih Penghargaan Tercepat Dalam Penyaluran Dana Desa

lalu kutulis merdeka, bukan sekedar tulisan tapi pilihan, kata orang-orang dari hati saat cahaya bernyanyi di tatapan yang panjang.

sekilas memandang, nyanyian itulah yang menyuling keharuan, rasa merah dan putih untuk mengibarkan bendera dari ujung daratan satu ke daratan lain, dari laut satu ke laut lain. dan tiba di ujung tiang. sekarang.

Banda Naira, 30 April 2021

=======

No More Posts Available.

No more pages to load.