Laku Murad Ismail, Laku Kebudayaan Kita

oleh -211 views

Oleh: Bito Temmar, Politisi Senior

SEPERTINYA Gubernur Maluku Murad Ismail, gemar sekali bikin berita panas. Masih seperti yang lalu-lalu. Tetapi kali ini undangan “bakalai” kepada kaum demonstran di Namlea, Kabupaten Buru, saat acara peresmian sejumlah proyek pembangunan. Sontak, jadi head line koran termasuk medsos. Hampir semua orang bereaksi negatif. Tidak hanya itu. Satu dua nitizen group WA malah meminta untuk mengundurkan diri.

Kali ini saya berusaha melihat ujaran Murad Ismail dari perspektif lain. Perspektif yang saya maksudkan adalah kebudayaan.

Saya pikir perspektif ini yang belum banyak dipertimbangkan publik di Maluku ketika mereaksi ujaran-ujaran gubernur Maluku.

Pertanyaan logis yang seharusnya timbul ketika ujaran gubernur yang oleh banyak pihak dianggap “keterlaluan” adalah apakah ujaran-ujaran beliau itu asing dan tidak dikenal dalam kebudayaan lokal kita di Maluku?.

Baca Juga  West Ham vs Arsenal: Duel Nasib Degradasi dan Perburuan Gelar

Sejujurnya tidak. Ajakan bakalai, maki-makian, dan sebagainya, rasanya inhern dalam budaya kita.

Dalam banyak percakapan informal, tidak banyak orang di Maluku ini yang menegasi ujaran-ujaran seperti saya sebutkan di atas. Ada saja orang di negeri kita yang malah mengatakan dengan tegas bahwa ujaran-ujaran tersebut pada dasarnya “pakaian katong”.

No More Posts Available.

No more pages to load.