Lanud Pattimura Klarifikasi Kabar Intimidasi Warga Tawiri

oleh -85 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Pihak Pangkalan Udara (Lanud) Pattimura, Ambon akhirnya melakukan klarifikasi soal tanah Tawiri dan beredarnya kabar tentang diintimidasi yang dilakukan oleh TNI-AU kepada warga Tawiri.

“Saya klarifikasi masalah Tawiri itu bukan seluruh warga Tawiri, tapi purnawirawan ataupun keluarga dari TNI AU mantan TNI-AU baik itu prajurit maupun PNS yang ada di atas sertifikat hak pakai 06/2010 tersebut,” ungkap Letkol Deddi Setiawan kepada Porostimur.com di Kantor DPRD Maluku, Senin (11/10/2021).

Setiawan bilang, jadi kalau disampaikan seluruh warga Tawiri seng benar, kita hanya minta surat pernyataan tersebut bagi personil mantan atau anak dari personil mantan TNI-AU itu saja.

“Kalau bilang masyarakat berkembang menyampaikan seluruh Tawiri yaitu oknum-oknum itu berarti ada pembiasan penyampaian kepada masyarakat, seng pernah kita bicara seperti itu, yang kita sampaikan hanya itu saja di atas 209,25 hektar itu,” ujarnya.

Ketika ditanyakan soal intimidasi dan paksaan Setiawan menjawab, bukan dipaksa juga, “saya menyampaikan silahkan ditandatangani surat pernyataan dengan kriteria tadi ya, apabila negara atau pemerintah daerah memerlukan tanah ini baik untuk emberkasi, baik emberkasi haji dan segala macam, mereka tidak mengganti rugi itu saja,” terangnya.

Baca Juga  Lanud Pattimura Kembali Lanjutkan Vaksinasi Door to Door, Gereja Palungan Kasih Menjadi Sasaran Berikutnya

Setiawan menegaskan, bahwa yang berbeda di 29,25 hektar saja tidak seluruh Tawiri itu saja, tidak ada intimidasi sama siapa. Ary Latulola tidak masalah dia tidak kami intimidasi jadi masyarakat itu mengatas namakan saja.

Selain itu juga ia menjelaskan terkait pasar Tawiri, soal pasar Tawiri sebelumnya pasar tradisional dibentuk karena kerusuhan, sebenarnya itu pasar kaget saja, tetapi sekarang sudah pasar permanen.

“Sementara pasar itu tidak termasuk dalam Disperindag kota, saya sudah koordinasi dengan Kadis Perindag itu tidak ada retribusi disana tapi dari pihak Pemerintah Tawiri memungut retribusi, nah ini retribusinya kemana?,” jelasnya.

Sudah gitu letak dari pasar Tawiri itu sudah masuk Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan itu sangat berbahaya apabila pesawat over shoot artinya bablas lending ya itu langsung ke pasar Tawiri.

Baca Juga  4 Pebalap Pesaing Berat Marquez pada MotoGP 2021

“Nah itu yang kami ingin mengedukasi ke masyarakat bahwa ada hal-hal yang memang sengaja diplintirkan dari oknum-oknum yang mendapatkan materi dari situ ada keuntungan dari situ,” kata Setiawan.

“Jadi yang disampaikan 250 KK itu tidak benar yang ada di peta lima hanya 15-20 KK, yang disampaikan 250 KK itu Ary Latulola tidak benar,” tutupnya. (nicolas)