“Saya tidak tau orang tuanya atau gurunya pak mamat mungkin mengajarkan kata t** dan g****k sebagai jenis kritik yang bisa kita sampaikan kepada semua orang dan tetap dianggap bukan penghinaan atau mungkin t*i dan g****k diajarkan sebagai kritik yang berfaedah,” tambahnya.
“Tapi jaman saya dulu sih boro-boro pejabat negara, kalo saya bilang orang tua saya atau guru saya atau bahkan pembantu rumah saya t** atau g****k, saya pasti dihukum berat oleh orang tua saya,” tegasnya. (red)




