Lelaki Tanpa Nama

oleh -54 views

Cerpen Karya: Zakiyatul Arifah

Petang menyapa, sungguh hari ini penuh luka. Ditengah keputusasaan, aku terjebak pada situasi serba salah. Kakiku kebas, mataku panas. Ingin rasanya menangis, tapi kukuatkan hati.

Semesta seakan menciptakan plot twist dalam hidupku. Hal yang tak pernah kusangka kini datang menyapa. Adhara, sahabatku ternyata tengah memadu kasih dengan kekasihku. Mereka saling melempar tawa, bergandengan tangan seolah tak melihat aku dibelakangnya.

Aku menyesal, bukan karena mereka. Tapi, karena aku jauh dari-Nya. Sungguh baik Allah, menegurku sedari dini. Aku bersyukur tapi rasa bersalah tak dapat kutarik ulur.

Aku teringat kejadian waktu itu. Dimana, seorang lelaki dengan baiknya menegurku. Tapi, aku terlanjur membencinya, seakan dia yang paling benar. Padahal, aku yang bersalah. Oh, sungguh aku malu pada diriku sendiri. Hari itu dia berkata,

Baca Juga  Jenderal Iran: 1 Warga Kami Gugur, 1 Tentara AS Akan Dikirim ke Neraka

“Kulihat kamu orang yang paham terhadap agama. Bukankah seharusnya kamu menjauhi larangannya. Bagimu, itu wajar tapi tidak dengan-Nya. Ia melihatmu saling menjabat, lalu tersenyum. Bukankah itu mendekati zina?” Ucapannya memang tulus. Tapi, aku terlanjur membencinya
“Itu urusanku kan bukan urusanmu. Jadi jangan ikut campur,” balasku sedikit ketus
“Jangan berburuk sangka, bukankah sesama muslim harus saling mengingatkan ke jalan kebenaran?, Saya permisi,” tukas lelaki itu kemudian berlalu pergi.