Selain membaca itu penting karena perintah agama, membaca juga penting karena menjadi faktor pendorong dari kehidupan masyarakat modern. Kemampuan membaca merupakan kebutuhan sebab penyebaran informasi dan pesan-pesan dalam dunia modern disajikan dalam bentuk tertulis dan hanya bisa ditangkap dengan membaca. Orang yang kemudian malas membaca akan kehilangan informasi hal ini kemudian berakibat pada lingkungan yang ditinggalinya.
Minat baca bisa baik jika dibarengi dengan sarana pendukung dari minat baca itu sendiri. Kita tidak hanya bisa menceramahi orang untuk membaca, tanpa didukung dengan memberi ruang. Orang-orang malas datang ke perpustakaan sebab perpustakaan isinya hanya buku itu-itu saja. Orang malas membaca sebab buku bacaan saja sangat mahal, orang malas membaca kalau sarana dan prasarana untuk membaca saja tidak diperhatikan. Karena itu jika kita ingin membaca ini kemudian tumbuh jadi kebiasaan maka membiasakanlah memberi ruang belajar yang nyaman, perpustakaan tidak ekskulsif dengan koleksi yang minim, dan yang paling penting buku-buku tidak lagi mahal.
Jika minat baca kemudian diperhatikan serius, baik itu diseriusi oleh Pemerintah, Guru, Pustakawan dan masyarakat pada umumnya saya rasa peringkat yang awalnya diurutan 26 dari 34 Provinsi itu bisa naik jauh lebih baik. Bahkan bukan hanya harapan naik peringkat terwujudnya generasi emas 2045 yang seringkali dibahas dan dinarasikan orang banyak bisa menjadi mimpi yang terwujud dengan nyata. (*)









