Loela Drakel, “Aku ini Bukan Pintu”

oleh -36 Dilihat

Agar diterima orang ramai, proses ini tak berhenti di penciptaan tetapi harus berlanjut menentukan penyanyi dengan pilihan timbre suara yang sesuai. Tak hanya dengan nada tetapi juga “pendalaman” terhadap lirik. Banyak penyanyi baru berganti wajah. Ada yang meledak dan tetiba popular tetapi tak lama kemudian hilang. Ada yang bertahan di tengah badai persaingan yang tak surut. Yang bertahan itu punya sesuatu yang khusus. Yang membedakan dengan penyanyi lain. Ia biasanya hanya bernyanyi dengan lagu yang diciptakannya sendiri. Yang awet seperti itu pada sosok Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Dedy Dores dan Loela Drakel.

Kisah tentang Loela bermula dari sebuah kampung bernama Face di daratan Sula. Putera pasangan Yusuf Drakel dan Sehat Bahanan ini lahir 12 September 1958. Saat berusia dua tahun, ayahnya berpulang. Ia tak “mengenal” ayahnya. Kehidupan keluarga jadi suram. Mamanya yang biasa disapa “Eya” – nama pendek dari Sehat sebagaimana panggilan sayang suaminya – mengambil alih tugas sebagai kepala rumah tangga. Biaya hidup Eya dan delapan anak yang dibesarkan sendirian didapat dari hasil menjahit. Jelas tak mencukupi. Karena itu, Loela dan saudaranya jarang makan nasi. Lebih banyak makan sinole. Dalam situasi sulit, Eya tetap mendorong anak-anaknya bersekolah meski menurut Loela, mereka tak bersepatu.

No More Posts Available.

No more pages to load.