Loloda, Ngara Mabeno yang Terlupakan

oleh -723 views

“Mereka ini berdiaspora baik dalam konteks sosiologis, kultural, politis, dan tentu saja ekonomi,” ujarnya.

Mengenai Loloda dan nama Loloda Mokoagow, memang ada hubungan, tetapi sejauh analisis sumber dan data yang dia lakukan nampaknya bukan merupakan hubungan genealogis (keturunan) tetapi hubungan politik dan kultural.

Secara kultural, nama Loloda pada Loloda Mokoagow lebih pada hubungan kultural. Bahkan nama bandara Boloang Mongondow pun diberi nama Bandara Loloda Mokoagow.

“Loloda itu bermakna sakti, hebat, tangguh, dan sangat sulit terkalahkan dalam perang laut maupun darat. Jadi, secara politik dan kultural nama Loloda digunakan untuk memperkuat kekuatan dan kharisma kepemimpinan serta kekuasaan,” ujarnya.

Pada saat itu penduduk atau orang-orang Loloda dari Halmahera dapat dengan mudah berdiaspora di Bolmong pada khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya dengan persebaran yang sangat luas di kawasan itu termasuk Manado.

Baca Juga  Juara Eropa, Spanyol Datang ke Piala Dunia 2026 sebagai Kandidat Kuat

“Dalam konteks sosiologis, mobilitas sosial orang Loloda termasuk sangat tinggi di kawasan laut dan Kepulauan Sulawesi bahkan jejak-jejaknya masih dapat terlihat sampai sekarang,” ungkapnya.

Dia tidak membantah jika orang-orang Loloda telah berdiaspora secara genealogis (berketurunan/kawin mawin) dengan penduduk pribumi Sulawesi Utara misalnya orang-orang Bolmong, Manado, Sangir, dan sebagainya dari abad ke-14 hingga sekarang memang benar.