Macron: Barat Perlu Arsitektur Keamanan Baru

oleh -90 views
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam konferensi pers dengan Presiden Joe Biden di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Kamis, 1 Desember 2022. Foto: AP Photo/Susan Walsh

Ukraina mengatakan negosiasi hanya memungkinkan bila Rusia menghentikan serangan dan menarik pasukannya. Banyak pihak baik di Ukraina maupun Barat menentang keras setiap negosiasi dengan Putin.

Menurut sebagian pihak negosiasi hanya memberi Putin hadiah dengan konsesi setelah perang 10 bulan. Terutama saat pasukan Ukraina berhasil memukul mundur Rusia di sebagian besar wilayahnya dalam tiga bulan terakhir.

Namun pernyataan Macron menunjukkan rasa simpatik pada kebutuhan Moskow pada jaminan keamanan. Permintaan itu merupakan fokus dari diplomasi intens tapi gagal sebelum perang terjadi.

Pada 8 Februari, satu pekan sebelum Rusia menggelar invasi, dalam konferensi pers gabungan dengan Macron di Moskow, Putin mengatakan Rusia masih mencoba meminta jawaban dari Barat pada tiga permintaan keamanannya.

Satu, tidak ada lagi perluasan NATO, dua, tidak ada lagi pengerahan rudal dekat perbatasan dan yang ketiga menurunkan skala infrastruktur NATO di Eropa ketingkat yang sama pada tahun 1997. Pada saat itu AS mengatakan permintaan Rusia “bukan permulaan.”

Baca Juga  Iran Tegaskan Dialog dengan AS Tetap Berjalan Meski Ada Ancaman Trump

(red/reuters)