Madrid dan Cerita yang Tak Pernah Selesai

oleh -317 views

Lihat kerendahan hati Benzema. Sosok Wak Haji yang jadi top skor UCL musim ini dengan 15 gol – beberapa golnya jadi penentu ketika menyingkirkan PSG dan juga trio hebat Inggris secara berurutan, Chelsea, City dan Liverpool – memberi jalan penghormatan untuk “the real kapten” Marcelo menerima si Kuping Besar di panggung utama. Padahal Marcelo tidak bermain. Adakah pemain bintang yang rela berperilaku seperti Benzema?. Ia adalah tumpuan utama lini serang Madrid musim ini. Benzema menjawab kegalauan Madridista saat ditinggal Ronaldo. Sendirian kini Ia membimbing Vinicius dan Rodrygo. Kombinasi 27 gol di La Liga yang menjadikannya sebagai top skor dan lima titel UCL adalah jaminan utama dirinya meraih Ballon d’Or musim ini. Sebuah penghianatan jika Benzema tak.mendapat pengakuan itu setelah musim fantastisnya.

Baca Juga  Jelang Piala Dunia 2026, Kapolres Halsel Imbau Warga Jaga Kamtibmas

Sosok kedua yang sangat penting untuk ditulis adalah penjaga gawang asal Belgia, Thibaut Courtois. Ini final pertamanya di UCL dan Ia sukses meraih juara dengan catatan fantastis. Sembilan save yang brilyant dan membuat frustasi Salah dan Mane adalah rekor terbaru di partai final. Courtois mengalahkan rekor delapan save milik Edwin van Der Sar di final 2011. Tak salah jika Ia meraih “Man Of The Match”. Boleh dikata Liverpool dinihari tadi melawan Courtois seorang diri. Statistik laga membuktikannya. Kontribusinya sepanjang musim ini di UCL dan di La Liga seperti mengingatkan Madridista pada sosok legenda Iker Casillas. “Saya ingin juara agar semua orang menghormati diriku”, katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.