Madrid dan Cerita yang Tak Pernah Selesai

oleh -316 views

Lalu siapa sosok berikutnya?. Carlo Ancelotti. Orang ramai memanggilnya dengan sebutan Don Carlo. Don adalah panggilan hormat untuk tuan yang jamak digunakan oleh orang-orang Italia dan Spanyol. Tuan disini lebih pada prestasi dan juga kebesaran yang ditorehkan. Don Carlo adalah sosok teratas yang meraih empat piala Champions. Dua kali bersama AC Milan di tahun 2003 dan 2007 serta dua trophy bersama Madrid tahun 2914 dan 2022. Ia melewati Zidane dengan tiga trophy. Ia juga akan dicatat sejarah sebagai pelatih yang back to back meneruskan tradisi juara dengan mengalahkan lawan yang sama dengan pelatih yang sama pula di partai final

Sosoknya tenang. Tak banyak bicara. Tapi disitulah kekuatannya. Dan karenya Ia dihormati seluruh pemain Don Carlo juga sangat menghormati pemain senior Ia menjadikan mereka teman diskusi dan mendengar masukan saat membahas taktik. Lihat suasana di ujung laga melawan City saat Ia dikelilingi Marcelo dan Kroos. Semula Ia berniat mengganti satu pemain namun Kroos dan Casemiro berkeras harus dua pemain yang diganti Ia mendengar saran itu dan hasilnya Madrid mengunci perlawanan City. Don Carlo jago membaca kelebihan dan kelemahan lawan. Mantan gelandang hebat ini sadar benar bahwa Liverpool di final kali ini lebih berbahaya dibanding empat tahun lalu. Mereka punya bomber haus gol dengan kualitas di atas rata-rata.

No More Posts Available.

No more pages to load.