Maesaroh menjelaskan, di wilayah tengah, DKI Jakarta menjadi yang terbaik dengan poin mencapai 340. Ibu kota Indonesia tersebut mengungguli Jawa Barat dan Jawa Timur. DKI Jakarta mampu meningkatkan realisasi investasi mereka sebesar 38,34% pada 2022 dengan nilai mencapai Rp 142,95 triliun.
Ekonomi Jakarta juga dengan cepat pulih setelah pandemi Covid-19 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,25% pada 2022.
Dampak pandemi membuat angka pengangguran Jakarta melonjak menjadi 10,95% per Agustus 2020. Namun, angka tersebut dengan cepat ditekan menjadi 7,18% per Agustus 2022 atau hanya dalam kurun waktu dua tahun.
Tingkat kemiskinan yang sempat naik menjadi 4,69% per September 2020 bisa ditekan menjadi 4,61% per September 2022.
Di wilayah barat, Riau menjadi provinsi dengan kinerja terbaik dengan nilai 350. Riau mengungguli Kalimantan Timur (345), Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah (330).
Riau mampu menarik investasi dengan nilai Rp 82,51 triliun, baik dari investor lokal maupun asing. Nilai tersebut melonjak 55,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai investasi di Riau pada 2022 adalah yang tertinggi di wilayah Barat yang meliputi 15 provinsi.
Pertumbuhan ekonomi di Riau memang hanya mencapai 4,55%. Namun, angka pengangguran dan kemiskinan di Riau jauh di bawah nasional.











