Manusia Indonesia dan Hasyim Asy’ari yang Bersyukur Dipecat DKPP

oleh -438 views

Namun, hingga 1958, Konstituante tidak berhasil menjalankan tugasnya. Perdebatan tak kunjung menemukan kesepakatan. Bung Karno lalu mengeluarkan Dekrit Presiden 1959, yang memberlakukan kembali UUD 1945.

Investasi mental disebut Bung Karno sebagai bagian dari investasi dalam arti seluas-luasnya. Investasi mental harus beriringan dengan investasi keahlian/kecakapan (investment of human skill) dan investasi ekonomi (material investment).

Mengapa investasi mental? Menurut Bung Karno, tanpa kekayaan mental, pembangunan ekonomi tak akan membuahkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama rakyat Indonesia.

Lalu, isu mentalitas itu juga diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Kompetitornya saat itu adalah Prabowo Subianto berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Banyak kalangan menaruh hormat terhadap retorika dan tampilan Jokowi saat itu. Seorang warga negara biasa, bukan turunan pembesar, tapi berhasil memperoleh kepercayaan politik tertinggi sebagai presiden.

Baca Juga  7 Karakter Gemini yang Membuatnya Layak Jadi Pasangan Idealmu

Menurut Jokowi, revolusi mental harus dimulai dari mengenal karakter orisinal. Di mata Jokowi, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah, dan suka bergotong royong.

No More Posts Available.

No more pages to load.