Akan tetapi, kondisi sekarang sudah berubah. Orang-orang yang berkunjung ke sebuah masjid tertentu belum tentu ingin melaksanakan suatu ibadah. Mereka pun belum tentu beragama Islam. Mereka mengunjungi sebuah masjid lebih kepada ketertarikan terhadap bangunan fisik masjid itu sendiri. Bisa jadi mereka tertarik akan nilai sejarahnya, keunikan bangunan, desainnya yang khas, lokasinya yang menarik, pemandangan alam di sekitar masjid yang indah, dan berbagai alasan lainnya.
Inilah yang saya sebut masjid sebagai sebuah atraksi wisata. Atau dengan kata lain, orang pergi ke masjid dengan tujuan untuk berwisata. Dengan demikian, masjid tak berbeda jauh dengan destinasi-destinasi wisata lainnya seperti pantai, gunung, danau, kolam renang, taman bermain, taman bunga, kebun binatang, dll.
Di masjid tersebut para pengunjung melakukan foto selfi, bercengkerama, makan bersama, dan sebagainya. Mereka merasa bangga setelah mengupload foto selfi di media sosial dan mendapatkan Like atau Comment yang banyak. Mereka ini termasuk tipikal orang yang senang berselfi ria. Mereka biasanya tak lagi fokus terhadap obyek wisatanya, sehingga justeru tak dapat menikmati keindahan dari obyek wisata itu sendiri. Bahkan, saking asyiknya melakukan foto selfi, bagi yang Muslim sampai lupa melaksanakan kewajiban shalat.








