Maung

oleh -20 views

KTT seperti ini tidak saja menjadi pertemuan antar kepala negara. Ia juga jadi ajang adu gengsi antara kepala-kepala negara. Sultan Bolkiah dari Brunie datang dengan mempiloti sendiri pesawat pribadinya yang super mewah. Ia datang dengan Boeing 747 8 BBJ versi bisnis yang super mewah itu. Pesawat ini punya double deck.

Hanya saja, saya memperhatikan foto-foto KTT ASEAN kali ini. Tampak sekali bahwa ada sesuatu yang hilang: keakraban di antara pemimpin ASEAN. Suasana terlihat dingin. Mungkin karena semua negara menghadapi krisis. Namun jelas, kerjasama antar negara ASEAN tidak terbangun dalam menghadapi krisis ini.

Presiden kita, walaupun diterima dengan keramahan diplomatis, tampaknya juga tidak menampakkan ‘perbawa’ sebagai pemimpin regional. Prabowo tampak lebih nyaman berada di lingkaran negara-negara besar, dengan Trump, Netanyahu, Putin, dll.

Baca Juga  Pemeriksaan BPK Masuk Tahap Akhir, Pemkot Tual Klaim Proaktif Tindaklanjuti Temuan

Biasanya, Indonesia adalah “ikan besar di kolam ASEAN yang kecil” namun menguasai posisi strategis.

Maung kepresidenan ini mungkin menjadi pameran kekuatan. Presiden kita menolak BMW 760i Protection yang disediakan tuan rumah. Dia nyaman dengan Maung-nya itu.

Dan, itulah. Dia tampak lain sendiri. Dan tentu, dia bukan tandingan Sultan Hasanal Bolkiah.

No More Posts Available.

No more pages to load.