Mayoritas Publik Tolak Indonesia Gabung BoP, Akademisi dan Koalisi Sipil Minta Evaluasi

oleh -277 views
Pemuda, mahasiswa, dan santri, dari Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 27 Februari 2026. Mereka menolak skema "two states" di Palestina serta mendesak Indonesia untuk keluar dari Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai hanya akan menguntungkan Amerika dan Israel alih-alih jadi pendukung pembebasan Palestina. Foto: Tempo/Prima Mulia

Porostimur.com, Jakarta — Penolakan publik terhadap rencana Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) kian menguat. Tak hanya dari hasil survei, kritik juga datang dari kalangan akademisi hingga koalisi masyarakat sipil yang menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Temuan terbaru menunjukkan mayoritas masyarakat tidak setuju Indonesia terlibat dalam inisiatif yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk rencana pengiriman pasukan ke Gaza.

Mayoritas Publik Menolak

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan sebanyak 50,9 persen responden menolak Indonesia bergabung dalam BoP, sementara hanya 26,1 persen yang menyatakan setuju dan 17,2 persen memilih netral.

“Mayoritas responden menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju Indonesia menjadi bagian dari Board of Peace,” ujarnya dalam forum diskusi di Jakarta.

Penolakan juga terlihat pada rencana pengiriman sekitar 8.000 pasukan ke Gaza. Dukungan publik hanya berada di kisaran 33–34 persen, sementara 44,9 persen menyatakan tidak setuju.

Baca Juga  Kuasa Hukum Tersangka RMD Akan Adukan Proses Penyidikan ke Komisi III DPR RI

Survei ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan SaifulMujani Research and Consulting, yang dilakukan pada 12–31 Maret 2026 terhadap 1.066 responden.

No More Posts Available.

No more pages to load.