Membunuh Kebinatangan Manusia

oleh -560 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Resonansi nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim kerap terabaikan umat Islam dalam ibadah spiritual dan ritual. Kesadaran transendental yang sarat altruisne dari Nabi Ibrahim sebagai wujud ketaatan paripurna hambanya terhadap Tuhannya, terasa gagal menjadi sistem sosial berkeadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga dalam setiap pikiran, ucapan, dan tindakan keagamaan, oleh umat Islam sekalipun.

Perilaku manusia di dunia pada umumnya dan umat Islam khususnya sering tercerabut dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan ke-Tuhanan. Iklim global yang menampilkan panggung sekulerisasi dan liberalisasi semakin menyuburkan konspirasi Islamophobia. Umat Islam sendiri cenderung rapuh tanpa ukhuwah dan persatuan muslim dunia, larut dalam budaya kapitalisme yang membentuk manusia menjadi budak materi. Semua menghamba pada uang. Menjadikan keuangan yang berkuasa.

Baca Juga  Duduk Perkara 3 Kasus Besar yang Seret Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

Lebih miris lagi, sesama muslim terus dirasuki sifat iri, dengki, dan hasad. Kecintaan pada dunia yang membuat mental takut mati, takut kehilangan harta benda dan jabatan. Terlalu mencintai dunia. Membuat sebagian besar umat Islam termarjinalkan dan kehilangan Al Quran sebagai pedoman hidup.

Di Indonesia sendiri, ibadah idul Adha bisa dibilang telah lama kehilangan makna dan urgensinya. Sepanjang tahun beribadah haji dan melakukan penyembelihan hewan kurban. Namun seiring itu kerap gagal mewujudkan kesadaran tindakan pengorbanan, keihklasan, dan ketakwaan sebagaimana perintah Tuhan. Sebagian besar umat Islam masih berkubang dalam kebencian dan permusuhan. Pertikaian dan konflik rentan terjadi antarsesama dan pemeluk agama lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.