Memburu Masa Lalu

oleh -5 Dilihat

Cerpen Karya: Dino Umahuk

Kereta dari Leiden meluncur perlahan memasuki Den Haag Centraal. Dari balik jendela, Randy Latuheru melihat langit musim gugur menggantung rendah, seolah seluruh kota sedang memikul kenangan yang terlalu berat untuk dijatuhkan.

Sudah hampir dua tahun ia tinggal di Belanda.

Mahasiswa asal Ambon itu datang dengan beasiswa untuk menempuh studi magister Hubungan Internasional di Leiden University, Den Haag. Mula-mula negeri ini hanya ia kenal dari buku-buku sejarah kolonial. Namun setelah tinggal di sini, Belanda menjelma ruang yang lebih rumit: negeri yang pernah menjajah tanah leluhurnya, sekaligus tempat ribuan orang Maluku membangun kehidupan baru setelah dipaksa meninggalkan rumah pada awal 1950-an.

Pada banyak akhir pekan, Randy lebih senang berjalan ke kawasan Moerwijk atau Ridderkerk, menghadiri acara komunitas Maluku, mendengar orang-orang tua bercakap dalam Melayu Ambon yang bercampur bahasa Belanda. Di antara aroma papeda, colo-colo, dan ikan bakar yang mengepul dari dapur-dapur kecil, ia merasa sedang berada sangat jauh dari Ambon, tetapi anehnya juga sangat dekat.

Baca Juga  Suzuki GSX250R-F Terbaru Resmi Meluncur, Mesin 2 Silinder Kini Pakai VVL dan ABS

Di sebuah pameran sejarah diaspora Maluku di Museum Sophiahof, ia bertemu Elisa Pattipeilohy.

No More Posts Available.

No more pages to load.